Bawang putih (Allium sativum)
berasal dari Asia tengah tinggi sekitar 50-60 cm dan termasuk kedalam
family Liliacea. Untuk penyembuhan dianjurkan agar mengkonsumsi bawang
putih dalam bentuk mentah, segar, berwarna putih dan tidak ada
tanda-tanda akan tumbuh tunas sebnyk 3 siung per minggu. Bawang putih
yang baik adalah umbinya penuh, tidak lunak, bebas dari kerusakan dan
noda hitam serta tidak bertunas hijau.
A. KANDUNGAN GIZI BAWANG PUTIH :
Bawang putih paling banyak nilai gizinya dibanding dengan jenis bawang yang lain, yaitu :
1. Vitamin C
2. Mineral P, Ca dan K
3. Fe dan Vitamin
B. MANFAAT / KHASIAT BAWANG PUTIH UNTUK PENGOBATAN :
1. BRONCHITIS
1 Siung bawanng putih + 15 gram
jahe + 3 buah mengkudu / pace matang dipotong-potong. Semua bahan lalu
diblender dengan air secukupnya, lalu direbus hingga mendidih.
Tambahkan madu secukupnya, aduk sampai rata dan kemmudian diminum
(LAKUKAN SECARA TERATUR).
2. INFLUENZA
2 batang daun bawang putih + 10
gram jahe + 2 buah mengkudu / pace yang matang dicuci bersih lalu
dipotong-potong. Semua bahan diblender dengan air secukupnya, lalu
direbus hingga mendidih kemudian airnya diminum selagi hangat.
3. REMATIK
15 gram akar bawang putih + 5
butir cengkih + 1 buah mengkudu / pace yang matang dicuci lalu
dipotong-potong. Semua bahan diblender dengan air secukupnya kemudian
diminum.
4. BERI-BERI
1 siung bawang putih + 50 gra pepya matang + 100 gram anggur. Semua bahan dijus tambahkan air secukupnya lalu diminum.
5. MIGRAIN
2 batang daun bawang putih + 15
gram jahe + 5 buah manggis (ambil dagingnya). Semua bahan diblender
dengan air secukupnya lalu diminum.
6. DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
1 siung bawang putih + 1 buah
pisang + `5 gram jamur hioko yang telah direndam samaoilebut, lalu
dikukus hingga matang. Semua bahan diblender dengan air secukupnya,
tambahkan 2 sendok makan madu aduk rata kemudian diminum.
7. RADANG TELINGA
2-3 batang daun bawang putih + 30
gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya + 3 buah manggis
(ambil dagingnya). Semua bahan diblender dengan air scukupnya lalu
diminum.
8. SINUSITIS
2 batang daun bawang putih + 10 gram jahe + 10 gram rambut jagung diblender dengan iar hangat secukupnya, lalu diminum.
9. ASMA
7 Siung bawang putih dimasukan
kedalam bagian tengah 1 buah melon ukuran kecil (yang telah dikupas
kulitnya) yang telah dilubangi, lalu tutup kembali. Setelah itu kukus
sampai matang dan blender dengan air secukupnya, lalu diminum.
10. BATUK
1 siung bawang putih + buah
belimbing manis diblender dengan air secukupnya, lalu tambahkan 2
sendok makan madu, aduk rata lalu minum.
11. DIARE
5 buah bawang puith yang telah dukukus, diblender dengan 150 cc air hangat. Minum selagi hangat.
12. GONDONGAN (PAROTITIS)
3 batang daun bawang putih + 1
butir putih telur ayam (rebus hingga matang) diblender dengan air
secukupnya + madu secukupnya, aduk rata lalu minum.
13. MELANCARKAN PEREDARAN DARAH
Kunyah dan telanlah 1 siung bawang putih secara rutin setiap hari, untuk melancarkan peredaran darah dan membuka sumbatan pada pembuluh darah.
14. SERING BUANG AIR KECIL (POLYURIA)
Bawang putih secukupnya + 10 gram
jahe + 250 gram ubi jalar merah dibakar dengan kertas aluminium foil
hingga matang. Semua bahan direndam dengan air garan selama 2 jam, lalu
saring airnya. Setelah disaring airnya, semua bahan diblender dengan
air secukupnya lalu diminum.
15. HAID TERASA SAKIT
3 batang daun bawang putih + 15 gram adas diblender dengan 200 cc air hangat, lalu diminum.
16. KANKER LAMBUNG
20 gram bawang putih diblender
denga air saringan seduhan teh hijau dan 500 cc air panas selama 5
menit, lalu tambahkan 25 gram gula merah kemudian diminum.
17. KANKER PARU-PARU
Bawang putih dijus secukupnya, lalu diminum sebanyak 10-30 cc.
18. KANKER PAYUDARA
3 siung bawang puith + 200 gram
brokoli dikukus 30 menit , lalu diblender dengan air secukupnya.
Tambahkan 2 sendok makan madu, aduk rata lalu diminum.
19. PENCEGAH KERACUNAN
6 gram bawang puith dibersihkan lalu dimakan selama dua kali sehari.
20. BISUL, BOROK DAN BENGKAK KARENA KERACUNAN
Bawang putih secukupnya ditumbuk lalu dibubuhkan kebagian tubuh yang sakit tutup denga kain / verban.
21. DISENGAT LIPAN
Tumbuk bawang putih secukupnya dan tempelkan pada bagian tubuh yang terasa sakit.
22. OBAT PENCEGAH PILEK
Tumbuk bawang putih secukupnya
sampai halus kemudian tambahkan air matang yang dingin secukupnya
sampai tercampur. Campuran ini teteskan ke hidung secara teratur.
23. PENCEGAH DISENTRI
10 gram bawang putih dikupas
kulitnya tumbuk halus rendam selama 6 jam dalam air hangat yang matang
dan tambahkan gula secukupnya. Bagi tiga bagian dan minum 3 X sehari.
24. TBC
30 gram bawang putih berwarna
keunguan kupas kulitnya + 30 gram beras. Bawang putih yang telah
dibersihkan masukan kedalam air mendidih selama 1 menit (masak setengah
matang). Air rebusan bawang putih campur dengan beras, masak kedalam
dandang. Makan setelah makan nasi Lakukan setipa hari dengan tambahan
konsumsi bawang putih 4-5 siung setiap hari selama 100 hari.
25. PENCEGAH RADANG SELAPUT OTAK BELAKANG
5 gram bawang putih bersihkan,
lalu dimakan pada waktu makan. Selesai makan cuci mulut dengan air
garam . Lakukan selama 3 hari.
26. PENDARAHAN HIDUNG
Tumbuk 10 gram bawang putih dan
letakkan ditelapak kaki bagian tengah penderita. Jika pendarahan
berasal dari hidung sebelah kanan, bawang putih tadi letakkan dibagian
telapak kaki sebelah kanan penderita, begitu sebaliknya. Jika
pendarahan dari kedua lubang hidung, maka letakkan dikedua telapak
kaki. Pendarahan tidak akan berhenti sampai telapak kaki panas.
27. RADANG LAMBUNG AKUT.
Kupas kulit 6 gram bawang putih
tambahkan garam secukupnya kemudian ditumbuk. Kemudian tambahkan air
hangat yang matang dan sajikan 1-2 kali sehari kepada penderita.
Lakukan selama beberapa hari.
28. PENGUMPULAN CIRAN SEROSA DIDALAM RONGGA PERUT (ASCITES)
Penyebabnya karena mengerasnya
jaringan hati. Untuk pengobatan bawang putih secukupnya direbus dalam
minyak kacang tanah dan dimakan sebagai sayur. Lakukan tiap hari selama
2-3 bulan.
29. IMPOTENSI
10 gram bawang putih + 10 gram
adas + 25 gram pulosari + 20 gram merica + 5 gram kunyit + 10 gram madu
+ 2 butir telur ayam kampung. Bahan adas, pulosari, merica dan bawang
putih ditumbuk halus jadi satu dan bubuhi air panas secukupnya. Setelah
agak dingin campurkan madu dan kuning telur ayam tadi lalu aduk hingga
rata. Ramuan ini diminum menjelang tidur malam atau pada pagi hari dua
kali dalam seminggu selama sebulan.
30. MENINGKATKAN STAMINA
Makan 1 siung bawang putih bersama daun seledri. Lakukan sehari dua kali ( pagi dan sore hari ).
31. SAKIT GIGI
Umbi bawang putih secukupnya
dihancurkan terlebih dahulu lalu sisipkan kedalam gigi yang sakit
kemudian angkat setelah 15 menit. Bila terasa panas membakar jangan
diulangi ramuan ini.
32. ISTRI MANDUL
2 siung bawang putih + 10 gram
umbi bangle + 5 gram jungrahap + 5 gram kencur + 5 gram manis jangan.
Semua bahana dicampur ditumbuk halus, kemudian diberi air panas lalu
diperas dan disaring hingga airnya tersisa1 gelas. Ramuan ini diminum
pagi hari dan lakukan dua hari sekali.
33. MEMPERTAHANKAN KEBUGARAN TUBUH
Haluskan bawang putih
secukupnya + wortel secukupnya + daun seledri + merica bubuk + garam
secukupnya. Blender semua bahan sebagai jus. Minum jus tersebut dua kali
dalam satu minggu dan lakukan secara teratur.
34. MEMPERTAHANKAN GAIRAH SEKSUAL
35. MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL
36. MENURUNKAN GULA DARAH
37. MENGHILANGKAN LOGAM BERAT
38. MELINDUNGI SERNGAN KANKER
39. PENAWAR RACUN
40. PENGOBATAN GANGGUAN PENCERNAAN.
Demikian diantara manfaat bawang putih sebagai obat herbal alami / obat tradisional yang bisa diterapkan.
Sumber : http://forum.kompas.com/kesehatan/247395-40-manfaat-bawang-putih-untuk-pengobatan.html
Ingin membeli kapsul ekstrak BAWANG PUTIH ? Klik di sini
Tampilkan postingan dengan label obat tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat tradisional. Tampilkan semua postingan
Waspadai Obat Tradisional Bercampur Bahan Kimia
Masyarakat sebaiknya mewaspadai penggunaan obat tradisional terutama
yang dicampur dengan bahan kimia obat. Obat jenis itu dikhawatirkan
dapat merugikan dan merusak kesehatan.
"Salah satu ciri yang perlu diwaspadai pada obat tradisional yang dicampur bahan kimia adalah, ketika diminum khasiatnya langsung terasa, jelas ini tidak logis karena setiap obat memiliki waktu untuk dapat bereaksi terhadap tubuh," kata Anggota Komisi IX DPR-RI Poempida Hidayatullah di Padang, Selasa (1/10).
Poempida menyampaikan itu saat menjadi pembicara dalam Forum Advokasi dan Komunikasi Kriteria Tata Cara Pendaftaran Bagi UMKM Obat Tradisional dengan materi, "Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap Peredaran Obat Tradisional Suplemen Makanan dan Kosmetik" diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Padang.
Menurutnya, pemakaian obat tradisional saat ini semakin meningkat diikuti gencarnya sosialisasi dan promosi di berbagai media.
Namun, hal itu tidak seiring dengan penyebaran informasi mengenai keamanan, manfaat dan efek samping obat tradisional yang masih kurang sehingga perlu ditingkatkan, kata dia.
Oleh karena itu masyarakat dapat bertanya langsung ke instansi terkait untuk memastikan obat tradisional yang akan dikonsumsi aman dari segi kesehatan dan tidak memiliki efek samping.
Selain itu, hal yang perlu diperhatikan saat membeli obat tradisional adalah memastikan produk tersebut terdaftar dan memiliki izin edar.
Ia mengingatkan hal yang perlu diperhatikan saat akan mengkonsumsi obat tradisional adalah obat tersebut tidak dapat menyembuhkan dalam waktu cepat dan sudah terbukti keamanannya.
Kemudian, baca petunjuk penggunaan dan informasi yang ada sebelum mengkonsumsi serta memastikan kemasan dalam keadaan baik dan tidak rusak.
Jika setelah menggunakan ada efek yang tidak diinginkan segera hentikan dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli medis.
Ia menambahkan, pemakaian obat tradisional yang bercampur bahan kimia dalam waktu dekat memang belum terasa dampaknya, namun dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan dan cukup membahayakan tubuh.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/10/02/mu03f0-waspadai-obat-tradisional-bercampur-bahan-kimia
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
"Salah satu ciri yang perlu diwaspadai pada obat tradisional yang dicampur bahan kimia adalah, ketika diminum khasiatnya langsung terasa, jelas ini tidak logis karena setiap obat memiliki waktu untuk dapat bereaksi terhadap tubuh," kata Anggota Komisi IX DPR-RI Poempida Hidayatullah di Padang, Selasa (1/10).
Poempida menyampaikan itu saat menjadi pembicara dalam Forum Advokasi dan Komunikasi Kriteria Tata Cara Pendaftaran Bagi UMKM Obat Tradisional dengan materi, "Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap Peredaran Obat Tradisional Suplemen Makanan dan Kosmetik" diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Padang.
Menurutnya, pemakaian obat tradisional saat ini semakin meningkat diikuti gencarnya sosialisasi dan promosi di berbagai media.
Namun, hal itu tidak seiring dengan penyebaran informasi mengenai keamanan, manfaat dan efek samping obat tradisional yang masih kurang sehingga perlu ditingkatkan, kata dia.
Oleh karena itu masyarakat dapat bertanya langsung ke instansi terkait untuk memastikan obat tradisional yang akan dikonsumsi aman dari segi kesehatan dan tidak memiliki efek samping.
Selain itu, hal yang perlu diperhatikan saat membeli obat tradisional adalah memastikan produk tersebut terdaftar dan memiliki izin edar.
Ia mengingatkan hal yang perlu diperhatikan saat akan mengkonsumsi obat tradisional adalah obat tersebut tidak dapat menyembuhkan dalam waktu cepat dan sudah terbukti keamanannya.
Kemudian, baca petunjuk penggunaan dan informasi yang ada sebelum mengkonsumsi serta memastikan kemasan dalam keadaan baik dan tidak rusak.
Jika setelah menggunakan ada efek yang tidak diinginkan segera hentikan dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli medis.
Ia menambahkan, pemakaian obat tradisional yang bercampur bahan kimia dalam waktu dekat memang belum terasa dampaknya, namun dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan dan cukup membahayakan tubuh.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/10/02/mu03f0-waspadai-obat-tradisional-bercampur-bahan-kimia
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
UGM Kembangkan Antibiotik Dari Mikroorganisme
Perguruan tinggi membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah dan
industri untuk memperkuat kemandirian nasional di bidang obat kesehatan.
Pasalnya hampir 95% bahan baku obat yang beredar di masyarakat bahan
bakunya berasal dari luar, padahal Indonesia memiliki keanekragaman
hayati yang sangat besar sebagai bahan baku obat.
"Sampai saat ini kemandirian obat tradisional masih sangat rendah sekitar 95% kita masih impor dari luar. Kendala utama yang kita hadapi pada masalah investasi. Karena biaya pengembangan obat cukup besar," kata Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof Dr Subagus Wahyuono MSc Apt, usai mendampingi kunjungan Badan POM RI ke UGM.
Menurutnya, obat tradisional di tanah air memang belum bisa bersaing dengan obat dari luar, bahkan hanya mampu beredar di dalam negeri saja. Namun begitu, pengembangan obat baru, obat tradisional dan obat sintetik asli dari Indonesia memiliki peluang yang cukup besar.
Dia mencontohkan, Korea memiliki ginseng yang khas dari negaranya, begitu pun Jepang dengan bahan baku obat ginkgo biloba. Di Indonesia sendiri banyak sumber bahan baku obat yang bisa digali. "Indonesia punya keunggulan yang seharusnya sudah diuji tuntas kemudian sudah diuji secara klinis," ujarnya.
Fakultas Farmasi UGM, katanya, tengah mengembangkan bahan baku obat dari mikroorganisme yang hanya ada di Idnonesia. Meski tidak menyebutkan nama jenis organisme tersebut, menurutnya mikroorganisme tersebut bisa dijadikan bahan baku obat antibiotik. "Kita butuh dukungan dari pemerintah untuk kemudahan dalam produksi," katanya.
Tidak hanya itu, peneliti Farmasi UGM juga melakukan penelitian bahan obat untuk penyakit degeneratif yang berasal dari tanaman herbal yang bisa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah kapiler di otak agar tidak terjadi stroke.
Kepala Badan POM RI Dr Roy Sparringa MAPpSc menegaskan, pihaknya akan menggandeng UGM untuk kerjasama pengembangan bahan baku obat terutama untuk bahan obat tradisional, obat herbal dan bahan baku obat kosmetik.
"Kita juga membutuhkan riset untuk mendukung pengawasan lewat rapid test, menyiapkan laboratorium forensik obat palsu, dan bahan kimia obat," tambahnya.
Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/03/15/194662
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
"Sampai saat ini kemandirian obat tradisional masih sangat rendah sekitar 95% kita masih impor dari luar. Kendala utama yang kita hadapi pada masalah investasi. Karena biaya pengembangan obat cukup besar," kata Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof Dr Subagus Wahyuono MSc Apt, usai mendampingi kunjungan Badan POM RI ke UGM.
Menurutnya, obat tradisional di tanah air memang belum bisa bersaing dengan obat dari luar, bahkan hanya mampu beredar di dalam negeri saja. Namun begitu, pengembangan obat baru, obat tradisional dan obat sintetik asli dari Indonesia memiliki peluang yang cukup besar.
Dia mencontohkan, Korea memiliki ginseng yang khas dari negaranya, begitu pun Jepang dengan bahan baku obat ginkgo biloba. Di Indonesia sendiri banyak sumber bahan baku obat yang bisa digali. "Indonesia punya keunggulan yang seharusnya sudah diuji tuntas kemudian sudah diuji secara klinis," ujarnya.
Fakultas Farmasi UGM, katanya, tengah mengembangkan bahan baku obat dari mikroorganisme yang hanya ada di Idnonesia. Meski tidak menyebutkan nama jenis organisme tersebut, menurutnya mikroorganisme tersebut bisa dijadikan bahan baku obat antibiotik. "Kita butuh dukungan dari pemerintah untuk kemudahan dalam produksi," katanya.
Tidak hanya itu, peneliti Farmasi UGM juga melakukan penelitian bahan obat untuk penyakit degeneratif yang berasal dari tanaman herbal yang bisa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah kapiler di otak agar tidak terjadi stroke.
Kepala Badan POM RI Dr Roy Sparringa MAPpSc menegaskan, pihaknya akan menggandeng UGM untuk kerjasama pengembangan bahan baku obat terutama untuk bahan obat tradisional, obat herbal dan bahan baku obat kosmetik.
"Kita juga membutuhkan riset untuk mendukung pengawasan lewat rapid test, menyiapkan laboratorium forensik obat palsu, dan bahan kimia obat," tambahnya.
Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/03/15/194662
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
Obat Herbal Lebih Aman dari Obat Kimia?
Indonesia memiliki ribuan jenis jamu atau obat tradisional berbahan
herbal. Namun, baru puluhan jenis obat herbal terstandar dan 5
jenis obat fitofarmaka atau obat herbal yang bisa diresepkan dokter.
Banyak orang percaya obat herbal lebih aman daripada obat kimia, namun
bagaimana faktanya?
Demikian pula halnya dengan obat herbal. Meski mengandung bahan-bahan alami tetap saja tidak semua orang bisa meminumnya.
Menurut dokter pakar obat herbal Arijanto Jonosewojo, jika
dibandingkan dengan obat kimia, obat herbal memang cenderung lebih aman.
Pasalnya zat aktif pada obat herbal tidak sebesar pada obat kimia.
"Namun kembali lagi, keamanan obat herbal tergantung pada jenis
obatnya dan siapa yang meminumnya. Agak sulit membandingkan keamanannya
dengan obat kimia karena obat kimia pun seperti itu," ujarnya dalam
konferensi pers Simposium SOHO Global Health Natural Wellness di
Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Ia mencontohkan, sama seperti obat herbal, obat kimia pun
memerlukan syarat karateristik peminumnya. Misalnya, penyandang diabetes
perlu meminum obat metformin. Namun penyandang diabetes yang menderita
gangguan ginjal tidak dapat meminumnya.
Terlebih pada penyandang diabetes dengan gangguan ginjal yang
diserta penyakit kardiovaskular. Ini karena metformin akan menambah
beban ginjal jika diminum, dan berbahaya bagi orang dengan gangguan
ginjal.
Demikian pula halnya dengan obat herbal. Meski mengandung bahan-bahan alami tetap saja tidak semua orang bisa meminumnya.
"Maka setiap dokter akan meresepkan obat herbal pun perlu dilihat
dulu riwayat penyakit pasien. Perlu adanya individualisasi dalam
peresepan obat," tegas Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr
Soetomo ini.
Menurut dia, jika obat herbal diklaim 100 persen aman, maka jangan
langsung mempercayainya karena faktor keamanan, selain bergantung pada
individu yang meminumnya, juga pada dosis yang diberikan.
"Obat herbal itu tetap memiliki dosis. Jadi jika minumnya berlebihan, tentu tidak akan aman," tandasnya.
Sumber : http://health.kompas.com/read/2014/04/05/1519316/Obat.Herbal.Lebih.Aman.dari.Obat.Kimia.
Obat Tradisional: Kanker, Tumor, Stroke, Asam Urat, Hipertensi
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang terbuat dari tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut yang diolah secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.
Bentuk yang paling populer dari obat tradisional adalah dengan menggunakan herbal (tanaman obat). Obat tradisional seperti herbal terdiri dari beberapa golongan. Mari kita cermati masing-masing jenisnya.
Obat Tradisional dan Penggolongannya
Obat tradisional berupa herbal dapat digolongkan menjadi 3 macam, antara lain:
Jamu-jamuan
Obat bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan keamanannya baru terbukti secara empiris secara turun-temurun. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi atau isolasi bahan aktifnya saja.
Herbal terstandar
Bentuk sediaan obat sudah berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmokologi dimanik (manfaat), dan teratogenik (keamanan terhadap janin).
Fitofarmaka
Herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis (telah diujikan pada manusia).
Saat ini yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah obat tradisional dalam bentuk jamu, jamu pun ada banyak bentuknya mulai dari 'jamu gendong' sampai dalam bentuk kapsul.
Produk berupa jamu umumnya dibuat berdasarkan resep atau pengetahuan turun-temurun, jadi khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman dari para penggunanya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.
Obat Tradisional Semakin Dikenal
Dalam era komunikasi serba cepat sekarang ini, semakin banyak obat tradisional yang muncul ke permukaan. Kalau tadinya banyak orang mengenal jamu-jamuan hanya dari tanah Jawa saja, saat ini masyarakat mulai mengenal jamu-jamuan dari pulau-pulau lain, seperti Papua dengan Sarang Semut dan buah merah-nya, Sumatera dengan Tongkat Ali-nya.
Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan beragam tanaman berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.
Berikut adalah referensi singkat tentang herbal atau obat tradisional yang disusun beradasarkan beberapa nama penyakit utama, tinggal meng-klik nama penyakitnya untuk mengetahui penjelasan singat tentang penyakit tersebut dan obat tradisional mana yang direferensikan. Mudah-mudahan Anda dapat menemukan solusi kesehatan yang tepat melalui artikel ini.
Kanker, tumor, stroke, asam urat, hipertensi (darah tinggi), diabetes, jantung koroner, obat wasir, tuberkulosis, ambeien, kolesterol, gangguan seksual.
Jika jenis penyakit yang Anda cari tidak terdapat dalam daftar tersebut di atas, silakan gunakan fasilitas Google Search yang terdapat tepat di atas artikel ini untuk menemukan solusinya.
Saat ini, obat tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang terjangkau. Selain itu, menurut beberapa penelitian obat tradisional tidak banyak menimbulkan efek samping seperti obat kimia, bahkan ada yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali asalkan digunakan secara tepat.
Apapun alasannya, yang pasti obat tradisional memang terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan tidak kalah efektif dibandingkan obat-obat kimia. Untuk itu, mari kita lihat perbandingan antara obat tradisional dengan obat kimia dalam artikel Obat Tradisional Vs Obat Kimia.
Sumber : http://www.deherba.com/obat-tradisional.html
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
Bentuk yang paling populer dari obat tradisional adalah dengan menggunakan herbal (tanaman obat). Obat tradisional seperti herbal terdiri dari beberapa golongan. Mari kita cermati masing-masing jenisnya.
Obat Tradisional dan Penggolongannya
Obat tradisional berupa herbal dapat digolongkan menjadi 3 macam, antara lain:
Jamu-jamuan
Obat bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan keamanannya baru terbukti secara empiris secara turun-temurun. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi atau isolasi bahan aktifnya saja.
Herbal terstandar
Bentuk sediaan obat sudah berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmokologi dimanik (manfaat), dan teratogenik (keamanan terhadap janin).
Fitofarmaka
Herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis (telah diujikan pada manusia).
Saat ini yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah obat tradisional dalam bentuk jamu, jamu pun ada banyak bentuknya mulai dari 'jamu gendong' sampai dalam bentuk kapsul.
Produk berupa jamu umumnya dibuat berdasarkan resep atau pengetahuan turun-temurun, jadi khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman dari para penggunanya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.
Obat Tradisional Semakin Dikenal
Dalam era komunikasi serba cepat sekarang ini, semakin banyak obat tradisional yang muncul ke permukaan. Kalau tadinya banyak orang mengenal jamu-jamuan hanya dari tanah Jawa saja, saat ini masyarakat mulai mengenal jamu-jamuan dari pulau-pulau lain, seperti Papua dengan Sarang Semut dan buah merah-nya, Sumatera dengan Tongkat Ali-nya.
Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan beragam tanaman berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.
Berikut adalah referensi singkat tentang herbal atau obat tradisional yang disusun beradasarkan beberapa nama penyakit utama, tinggal meng-klik nama penyakitnya untuk mengetahui penjelasan singat tentang penyakit tersebut dan obat tradisional mana yang direferensikan. Mudah-mudahan Anda dapat menemukan solusi kesehatan yang tepat melalui artikel ini.
Kanker, tumor, stroke, asam urat, hipertensi (darah tinggi), diabetes, jantung koroner, obat wasir, tuberkulosis, ambeien, kolesterol, gangguan seksual.
Jika jenis penyakit yang Anda cari tidak terdapat dalam daftar tersebut di atas, silakan gunakan fasilitas Google Search yang terdapat tepat di atas artikel ini untuk menemukan solusinya.
Saat ini, obat tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang terjangkau. Selain itu, menurut beberapa penelitian obat tradisional tidak banyak menimbulkan efek samping seperti obat kimia, bahkan ada yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali asalkan digunakan secara tepat.
Apapun alasannya, yang pasti obat tradisional memang terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan tidak kalah efektif dibandingkan obat-obat kimia. Untuk itu, mari kita lihat perbandingan antara obat tradisional dengan obat kimia dalam artikel Obat Tradisional Vs Obat Kimia.
Sumber : http://www.deherba.com/obat-tradisional.html
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
Obat Tradisional
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat yang bersifat pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual di pasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.
Macam-macam Obat Tradisional
Bawang putih
Belimbing sayur
Cengkeh
Daun Dewa
Jahe
Jambu biji
Jamu
Jamur
Kombucha
Kencur
Kunyit
Mahkota Dewa
Mengkudu
Lidah Buaya
Teh
Temu lawak
Pegagan
Rosela
Saga
Sambiloto
Sidaguri
Sirih
Yoghurt
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Obat_tradisional
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual di pasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.
Macam-macam Obat Tradisional
Bawang putih
Belimbing sayur
Cengkeh
Daun Dewa
Jahe
Jambu biji
Jamu
Jamur
Kombucha
Kencur
Kunyit
Mahkota Dewa
Mengkudu
Lidah Buaya
Teh
Temu lawak
Pegagan
Rosela
Saga
Sambiloto
Sidaguri
Sirih
Yoghurt
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Obat_tradisional
Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini
Langganan:
Postingan (Atom)