Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Ciplukan Tanaman Obat Kaya Manfaat

Ciplukan Tanaman Obat Kaya Manfaat – Ciplukan, merupakan salah satu tanaman obat yang kaya akan manfaat. Siapa sangka tanaman yang merupakan salah satu jenis tanaman pengganggu bagi para petani palawija di pedesaan ini merupakan salah satu tanaman obat yang banyak memiliki khasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Ciplukan tumbuh subur di wilayah pedesaan terutama di wilayah dataran rendah sampai dengan ketinggian 1550 m dpl. Ciplukan (Physalis minina) belum begitu dikenal sebagai tanaman obat di Indonesia, akan tetapi di Amerika Latin, Selandia Baru dan Australia, Ciplukan sudah amat dikenal sebagai tanaman obat, bahkan di keringkan, diolah  dan dijadikan sebagai makanan kecil dan diekspor ke berbagai negara.

Setiap bagian dari tanaman obat ciplukan bisa dipakai dan diolah untuk kepentingan kesehatan, ciplukan juga tak mempunyai efek racun yang berbahaya hanya saja memang rasanya agak pahit, wajar saja, bukankah kebanyakan obat juga rasanya pahit  ?

Manfaat Tanaman Obat Ciplukan untuk mengobati:
  • Penyakit Paru Paru, Rebus tanaman obat ciplukan lengkap semua bagian dengan 3-5 gelas air sampai mendidih kemudian saring dan diminum 3x sehari satu cangkir.
  • Penyakit Ayan, Makan 8-10 buah ciplukan setiap hari.
  • Sariawan, Makan 30 buah ciplukan segar setiap hari, buah ciplukan ini kaya akan vitamin C.
  • Hipertensi, Rebus 5 gr herba kering ciplukan dengan 110 ml air selama 10-15 menit sambil sesekali diaduk, lalu saring dan biarkan dingin. Minum air rebusan itu 2x sehari pagi dan sore hari. Jangan diminum air rebusan yang sudah lebih dari 24 jam karena sudah rusak.
  • Kencing Manis, Rebus 10 gr ciplukan kering dengan 400 ml air,  lalu saring dan biarkan dingin. Minum air rebusan itu 2x sehari pagi dan sore hari. Jangan diminum air rebusan yang sudah lebih dari 24 jam karena sudah rusak.
  • Flu dan Sakit Tenggorokan, Ambil semua bagian ciplukan, potong potong 3-4 cm dan dijemur. Bungkuslah agar tak lembap. Rebus 9-15 gr dengan air secukupnya dan diminum 2x sehari, pagi dan sore hari.
  • Bronkitis dan Sakit Gondong, Ambil semua bagian ciplukan, potong potong 3-4 cm dan dijemur. Bungkuslah agar tak lembap. Rebus 9-15 gr dengan air secukupnya dan diminum 2x sehari, pagi dan sore hari.
  • Bisul dan Borok, Ambil daun ciplukan setengah genggam, cuci bersih dan digiling sampai halus, tempelkan dan balut dibagian tubuh yang sakit dan ganti sehari 2x. Untuk penyakit borok tambahkan air kapur sirih secukupnya.
Sumber : http://indrashare.com/ciplukan-tanaman-obat-kaya-manfaat/ 

Ingin membeli kapsul CIPLUKAN ? Klik di sini

Manfaat dan Khasiat Benalu Teh

Apa yang anda ketahui tentang benalu teh?
Akhir-akhir ini marak sekali penjualan benalu teh di berbagai media elektronik terutama pesatnya perkembangan teknologi jaringan pemasaran melalui internet.
Para pakar Herbal di dunia terutama AS, Jepang, Cina, Malaysia yang memiliki teknologi mumpuni di bidang penelitian tanaman obat telah banyak melakukan penelitian tentang kandungan dan manfaat dari tanaman benalu teh. Indonesiapun tidak ketinggalan, beberapa institusi seperti BATAN, LAPAN, IPB, UNDIP, UGM, UI melakukan sinergi dengan Universitas dari Jepang untuk melakukan penelitian tentang benalu teh ini.
Alhamdulillah Hasilnya cukup mencengangkan, dari beberapa uji invivo dan invitro benalu teh memiliki khasiat antara lain : Membantu penyembuhan: gangguan syaraf, cepat lupa/pikun, merontokkan kerak2 di hidung dan sinusistis, menurunkan gula darah, kanker, kista, myom, tumor, kolesterol, darah tinggi, sumbatan jantung karena kolesterol, asam urat, rematik, gejala osteoporosis, sakit pinggang, gondok, kelenjar tyroid, impotensi akut, lemah syahwat bahkan penelitian salah seorang kandidat DOKTOR salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia benalu teh dapat menetralisir virus sehingga diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif tindakan kuratif berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus yang belum ditemukan obatnya oleh dunia kedokteran modern seperti Virus Rubella, Taksow, Herpes, MDV (Virus ayam), hepatitis A/B/C, Flu burung, cikunguya dll
Benalu teh tumbuh dan terdapat di perkebunan teh yang tidak terurus, tumbuh sebagai parasit dipohon teh karena diakibatkan oleh kotoran burung yang tertempel di pohon tsb. Pohon teh yang tidak terurus umumnya tinggi dan terdapat di pinggiran2 tebing gunung nan curam dan terjal, sehingga sangat bersiko bagi petani yang memetiknya.Benalu teh tidak dapat di kembang biakan atau disemai seperti tanaman obat lainnya.oleh karena itu Harga benalu teh yang ASLI cukup mahal dibanding tanaman obat lain oleh karena medan yang sulit, pohon yang jarang, resiko taruhan nyawa bagi si pemetik. Namun seiring dengan banyak manfaat dan harga yang cukup Mahal, banyak para penjual melakukan tindakan tidak terpuji dan tidak sesuai syar’iah dengan mencampur dengan tumbuhan benalu lain terutama yang sangat mirip bentuk fisiknya adalah tanaman benalu alpukat, tentu ada bedanya bagi para pakar herbal yang lebih paham tentang pohon benalu teh ASLI ini, tapi bagi orang awam mungkin bisa terkecoh.

Berikut Tip dan Trik bagaimana mengetahui ciri-ciri Benalu teh yang Asli.
  • 1. Kandungan kimianya terdiri , alkoloid, plavonoid; terpenoid; saponin; tanin dan dari ekstrak metanol teridenfifikasi senyawa quercetin-7-rhamnoside; caffein; theophyline, bisa di buktikan di lab. Farmasi di lembaga2 terkait.
  • 2. Tidak terasa pahit,
  • 3. Badan terasa enten g setelah kosumsi 1-3 x (langsung terasa khasiatnya keesokan hari) :untuk penyakit degeneratif : jantung/kolesterol/asam urat/darah tinggi/sakit pinggang/lemah syahwat,untuk kanker/tumor/kista/gondok diperlukan waktu +/- 3 bulan konsumsi baru tampak hasilnya (mengecil/lembek/hilang)
  • 4. Memiliki aroma khas wangi / harum
  • 5. Komposisi daun dan batang berimbang
  • 6. Batang bening terang agak kecoklat-coklatan
  • 7. Batang umumnya kecil-kecil
  • 8. Jika dicium dengan tarikan nafas dengan hidung selama kurang lebih 10-15 menit akan keluar lendir dari hidung.
  • 9. Harga benalu tea ASLI kering/simplisia dipasaran saat ini bervariasi antara Rp. 175.000 – 300.000/kg di Indonesia, US dolar 100 – 150/kg di Jepang /Eropa/USA (Januiar 2012) tergantung dimana anda membelinya, krn di daerah tertentu harga benalu teh asli bisa diatas Rp. 300.000/kg
  • 10. Pastikan anda membeli dalam bentuk benalu teh’ yang belum di potong2 atau beli dalam bentuk terpotong2 kecil jika anda yakin dan sesuai ciri-ciri diatas.
Jika anda kesulitan Insya Allah kami dapat membantu menyediakan benalu teh’ ASLI. Bila memang anda masih RAGU kami juga menyediakan benalu teh’ ASLI dalam bentuk belum terurai dan terpotong2. Kami jamin benalu teh’ yang kami jual memiki kualitas yang sama baik yg terpotong2 maupun yang utuh belum terpotong sesuai ciri2 diatas. Mudah2an informasi ini semoga bisa dijadikan rujukan dalam memilih untuk membeli benalu the yang ASLI.

Sumber : http://rumahbenaluteh.wordpress.com/ 

Ingin membeli kapsul BENALU TEH ? Klik di sini

Gunakan Obat Herbal untuk Terapi? Bisa, Tapi Perhatikan Dulu Kaidah Ini

Di Indonesia, penggunaan obat herbal sebagai terapi untuk mengatasi masalah kesehatan masih dilakukan masyarakat. Apalagi jika digunakan sebagai komplementer yang dikombinasikan dengan pengobatan konvensional (obat-obatan kimia).

Namun, dalam memberi obat herbal berbahan baku tanaman obat sebagai terapi penunjang pengobatan konvensional, menurut Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU Dr. Soetomo, Surabaya, dr Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM, harus diperhatikan kaidah 4T dan 1W.

"Pemakaian tanaman obat sebagai obat herbal harus 4T yaitu tepat indikasi, tepat penderita, tepat obat, tepat dosis dan cara pemberian, lalu 1W yaitu waspada efek samping obat," terang dr Arijanto dalam Press Conference The 1st Natural Wellness Symposium di Ritz Carlton Kuningan Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Minggu (6/4/2014).

Tepat indikasi merujuk pada penggunaan obat yang memang sesuai dengan kondisi penyakit pasien. Tepat penderita, pemberian obat harus sesuai dengan umur pasien. Misalnya obat untuk anak belum tentu cocok untuk orang dewasa.

"Kita juga harus tepat dosis dan menginformasikan kepada pasien bagaimana cara pemberian obat. Misalnya, jangan sampai kita lupa kasih tahu, obat yang harusnya dijadikan bobok (dibalur di bagian yang sakit) malah diminum," imbuh dr Arijanto.

Ia juga menekankan bahwa dalam pemakaian obat herbal harus diperhatikan efek samping obat karena bagaimanapun dalam tanaman obat yang dijadikan bahan obat herbal terdapat kandungan zat-zat tertentu yang bisa menimbulkan reaksi berbeda di tiap orang.

Dikatakan dr Arijanto, penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan juga sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.1109 tahun 2007.

"Tujuannya untuk memberi perlindungan pada pasien, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, serta memberi kepastian hukum pada masyarakat dan tenaga pengobatan komplementer alternatif," jelas dr Arijanto.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Prof Dr dr Agus Purwadianto SpF(K), SH, MSi yang mengatakan bahwa di tubuh tiap orang ada sisi 'sakit' dan 'sehat'nya masing-masing. Maka dari itu Prof Agus menyarankan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat herbal.

"Boleh mengonsumsi obat herbal tapi gunakan yang memang sudah terbukti, ada evidence based-nya. Maka dari itu perlu adanya kerjasama antara pasien dan dokter," tutur Prof Agus.


Sumber : http://health.detik.com/read/2014/04/06/075142/2546819/763/gunakan-obat-herbal-untuk-terapi-bisa-tapi-perhatikan-dulu-kaidah-ini

Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini

Obat Tradisional: Kanker, Tumor, Stroke, Asam Urat, Hipertensi

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang terbuat dari tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut yang diolah secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Bentuk yang paling populer dari obat tradisional adalah dengan menggunakan herbal (tanaman obat). Obat tradisional seperti herbal terdiri dari beberapa golongan. Mari kita cermati masing-masing jenisnya.

Obat Tradisional dan Penggolongannya

Obat tradisional berupa herbal dapat digolongkan menjadi 3 macam, antara lain:

Jamu-jamuan
   
Obat bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan keamanannya baru terbukti secara empiris secara turun-temurun. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi atau isolasi bahan aktifnya saja.
   
Herbal terstandar
   
Bentuk sediaan obat sudah berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmokologi dimanik (manfaat), dan teratogenik (keamanan terhadap janin).
   
Fitofarmaka
   
Herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis (telah diujikan pada manusia).

Saat ini yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah obat tradisional dalam bentuk jamu, jamu pun ada banyak bentuknya mulai dari 'jamu gendong' sampai dalam bentuk kapsul.

Produk berupa jamu umumnya dibuat berdasarkan resep atau pengetahuan turun-temurun, jadi khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman dari para penggunanya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.

Obat Tradisional Semakin Dikenal

Dalam era komunikasi serba cepat sekarang ini, semakin banyak obat tradisional yang muncul ke permukaan. Kalau tadinya banyak orang mengenal jamu-jamuan hanya dari tanah Jawa saja, saat ini masyarakat mulai mengenal jamu-jamuan dari pulau-pulau lain, seperti Papua dengan Sarang Semut dan buah merah-nya, Sumatera dengan Tongkat Ali-nya.

Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan beragam tanaman berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.

Berikut adalah referensi singkat tentang herbal atau obat tradisional yang disusun beradasarkan beberapa nama penyakit utama, tinggal meng-klik nama penyakitnya untuk mengetahui penjelasan singat tentang penyakit tersebut dan obat tradisional mana yang direferensikan. Mudah-mudahan Anda dapat menemukan solusi kesehatan yang tepat melalui artikel ini.

Kanker, tumor, stroke, asam urat, hipertensi (darah tinggi), diabetes, jantung koroner, obat wasir, tuberkulosis, ambeien, kolesterol, gangguan seksual.

Jika jenis penyakit yang Anda cari tidak terdapat dalam daftar tersebut di atas, silakan gunakan fasilitas Google Search yang terdapat tepat di atas artikel ini untuk menemukan solusinya.

Saat ini, obat tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang terjangkau. Selain itu, menurut beberapa penelitian obat tradisional tidak banyak menimbulkan efek samping seperti obat kimia, bahkan ada yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali asalkan digunakan secara tepat.

Apapun alasannya, yang pasti obat tradisional memang terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan tidak kalah efektif dibandingkan obat-obat kimia. Untuk itu, mari kita lihat perbandingan antara obat tradisional dengan obat kimia dalam artikel Obat Tradisional Vs Obat Kimia.

Sumber : http://www.deherba.com/obat-tradisional.html


Anda ingin membeli obat herbal? Klik di sini